Peran peternakan dalam perekonomian di Indonesia
Peternakan adalah kegiatan memelihara hewan ternak untuk dibudidayakan dan mendapatkan keuntungan dari kegiatan tersebut.Tujuan peternakan adalah mencari keuntungan dengan penerapan prinsip-prinsip manajemen pada faktor-faktor produksi yang telah dikombinasikan secara optimal. Sektor peternakan mempunyai peranan penting dalam perekonomian Indonesia baik dalam pembentukan PDB dan penyerapan tenaga kerja maupun dalam penyediaan bahan baku industri.
Berdasarkan data dari Kementan, subsektor pertanian berperan penting untuk proses pembangunan, terutamnya di daerah perdesaan. Dalam Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia kontribusi dari subsektor peternakan tercatat sebesar 1,57% pada tahun 2017. Dari data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Badan Pusat Statistika (BPS) dari per Agustus 2017, subsektor peternakan berkontribusi menyerap tenaga kerja sebesar 3,84 juta atau 11,51% dari total sektor pertanian. Data sementara terhadap total tenaga kerja nasional, subsektor peternakan berkontribusi sebesar 3,17%.
Indonesia juga sudah menuju swasembada protein hewani, bahkan sudah mampu untuk mengekspor. Indonesia akan mengekspor unggas lokal ke Malaysia setelah Indonesia ekspor obat hewan, daging sapi premium wagyu beef, pakan ternak, telur tetas, DOC daging ayam olahan dan domba potong. Sub sektor perternakan juga cukup menjanjikan untuk menopang perekonomian Indonesia jika dari ekspor. Berdasarkan data BPS pencapaian nilai ekspor komoditas sub sektor peternakan pada tahun 2017 mengalami peningkatan 14,85% dibandinkan pada tahun 2016.
Pada tahun 2017 nilai ekspor yang diraih sebesar 623,9 juta dollar atau setara dengan Rp 8,5 trilliun. Nilai ekspor ini diharapkan mamapu bertambah secara signifikan baik dari nilai maupun volume ekspor. Volume ekspor subsektor peternakan pada kelompok hasil ternak tahun 2017 telah berkontribusi sebesar 64,07%, dengan tujuan ekspor terbanyak adalah negara Hongkong sebesar 23,10% dan China 21,96%.
Peternakan mempunyai peranan yang penting dalam pembangunan setidak-tidaknya dalam 4 hal strategis yaitu :
1. Peternakan untuk menyediakan pangan terutama untuk memenuhi kebutuhan rakyat akan protein hewani,
2. Peternakan untuk sumber pendapatan dan kesempatan kerja,
3. Peternakan, untuk usaha pertanian yang berkelanjutan dan perbaikan lingkungan hidup, dan
4. Peternakan untuk pengentasan masyarakat dari kemiskinan.
Berdasarkan data dari Kementan, subsektor pertanian berperan penting untuk proses pembangunan, terutamnya di daerah perdesaan. Dalam Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia kontribusi dari subsektor peternakan tercatat sebesar 1,57% pada tahun 2017. Dari data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Badan Pusat Statistika (BPS) dari per Agustus 2017, subsektor peternakan berkontribusi menyerap tenaga kerja sebesar 3,84 juta atau 11,51% dari total sektor pertanian. Data sementara terhadap total tenaga kerja nasional, subsektor peternakan berkontribusi sebesar 3,17%.
Indonesia juga sudah menuju swasembada protein hewani, bahkan sudah mampu untuk mengekspor. Indonesia akan mengekspor unggas lokal ke Malaysia setelah Indonesia ekspor obat hewan, daging sapi premium wagyu beef, pakan ternak, telur tetas, DOC daging ayam olahan dan domba potong. Sub sektor perternakan juga cukup menjanjikan untuk menopang perekonomian Indonesia jika dari ekspor. Berdasarkan data BPS pencapaian nilai ekspor komoditas sub sektor peternakan pada tahun 2017 mengalami peningkatan 14,85% dibandinkan pada tahun 2016.
Pada tahun 2017 nilai ekspor yang diraih sebesar 623,9 juta dollar atau setara dengan Rp 8,5 trilliun. Nilai ekspor ini diharapkan mamapu bertambah secara signifikan baik dari nilai maupun volume ekspor. Volume ekspor subsektor peternakan pada kelompok hasil ternak tahun 2017 telah berkontribusi sebesar 64,07%, dengan tujuan ekspor terbanyak adalah negara Hongkong sebesar 23,10% dan China 21,96%.
Peternakan mempunyai peranan yang penting dalam pembangunan setidak-tidaknya dalam 4 hal strategis yaitu :
1. Peternakan untuk menyediakan pangan terutama untuk memenuhi kebutuhan rakyat akan protein hewani,
2. Peternakan untuk sumber pendapatan dan kesempatan kerja,
3. Peternakan, untuk usaha pertanian yang berkelanjutan dan perbaikan lingkungan hidup, dan
4. Peternakan untuk pengentasan masyarakat dari kemiskinan.
Komentar
Posting Komentar